Begini Cara Memperpanjang SIM C Tahun 2017

by Edo Rusyanto. 

Masyarakat memadati areal parkir di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, Jakarta Selatan. Mereka antre dengan sabar untuk memperpanjang masa berlaku surat izin mengemudi (SIM).

“Ambil formulir dulu, lalu antri sesuai nomor urutan untuk pemeriksaan kesehatan,” ujar seorang pria muda kepada saya, di areal SIM Keliling Polda Metro Jaya di Kalibata, Selasa, 17 Januari 2017 pagi.

Sebelumnya dia meminta saya memperlihatkan SIM C, yakni SIM untuk pengendara sepeda motor yang akan diperpanjang. Setelah membaca masa berlaku SIM dia menyodorkan formulir berwarna biru yang berisi data pemohon perpanjangan SIM. “Kalau lewat sehari aja harus bikin baru,” seloroh dia seraya memberikan formulir ke saya.mobil-sim-keliling-2017b

Saya tidak sendiri. Pagi itu saya lihat sekeliling dipadati puluhan anggota masyarakat. Mereka dari berbagai kalangan. Ada mahasiswa, pekerja, wiraswasta hingga aparat penegak hukum. Tidak ada yang istimewa, mereka harus sabar antre. Bahkan, mereka juga berdatangan dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Jakarta Selatan. Ada yang dari Jakarta Timur seperti saya dan ada yang dari Jakarta Pusat.

Saat mengisi formulir jangan sampai keliru. Termasuk, kode pos kota tempat kita tinggal hingga nama ayah dan ibu kita. Lucunya, ada saja yang memanfaatkan peluang. “Kalau mau diisiian juga bisa, kasih saja seikhlasnya,” tutur seorang pria muda berpakaian sipil.

sim-c-formulir-2017a

Pria muda itu berdiri tidak jauh dari lokasi mobil SIM keliling. Dia juga menyediakan jasa foto kopi dan laminating. Biaya foto kopi Rp 2 ribu per lembar, sedangkan laminating Rp 5 ribu.

Seingat saya, kedua biaya itu lebih rendah dibandingkan lima tahun lalu ketika saya memperpanjang di kawasan Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur. Saat itu, biaya fotokopi Rp 3 ribu dan laminating Rp 10 ribu. Baguslah, turun biayanya.

Oh ya, dalam formulir kali ini sudah tertera pengkategorian SIM C yang sebelumnya pada 2012 hal itu tidak ada. Kini, ada tiga jenis SIM untuk pesepeda motor, yakni SIM C, untuk pengendara motor hingga 250 cc. Lalu, SIM CI untuk rentang 251-500 cc dan SIM CII untuk pengendara motor di atas 500cc. “Kalau kita punya tiga jenis motor itu yah mesti punya tiga jenis SIM itu,” jelas pria yang memakai kaos lengan panjang berlogo Ditlantas Polda Metro Jaya.

Usai mengisi formulir, saya antre untuk pemeriksaan kesehatan. Ada perempuan berpakaian putih seperti baju dokter pada umumnya. Dia mengisi formulir kecil seraya bertanya ukuran kaca mata saya minus berapa. Lalu, dia meminta saya untuk melihat semacam angka di atas meja. Angkanya saya lihat 35 dan 69. Bentuknya samar, tapi untuk ukuran yang berpenglihatan normal, cukup terlihat.

Tak lebih dari lima menit, urusan pemeriksaan kesehatan beres. “Biayanya Rp 25 ribu yah pak,” tutur perempuan muda tadi.

Nah, proses selanjutnya, saya diminta antre untuk pemotretan. Antrean yang hendak difoto cukup panjang. Saya kebagian nomor urut 49. “Setiap hari paling banyak 200 SIM yang diperpanjang. Jam operasi mulai pukul 08.00 sampai 14.00,” kata pria tadi.

sim-perpanjang-kalibata-2017b

Oh ya, sebelum pemotretan, masyarakat diminta menyerahkan formulir, SIM versi lama, foto kopi KTP, dan membayar Rp 30 ribu untuk asuransi kecelakaan.

Tak lebih dari 20 menit, saya pun dapat giliran difoto. Prosesnya cukup cepat, tidak lebih dari 5 menit. Selain difoto yang harus lepas kacamata, kita diminta sidik jari jempol, dan tanda tangan digital. “Biayanya Rp 75 ribu yah pak,” ujar petugas berseragam coklat kepolisian.

Beres sudah proses perpanjangan SIM kali ini. Biaya yang saya keluarkan ternyata lebih murah dibandingkan tahun 2012 yang saya catat Rp 153 ribu, sedangkan tahun 2017 total Rp 137

Ini rinciannya.

1. Biaya kesehatan Rp 25 ribu
2. Biaya asuransi Rp 30 ribu
3. Biaya perpanjangan SIM C Rp 75 ribu
4. Biaya laminating Rp 5 ribu
5. Biaya fotokopi Rp 2 ribu.

Khusus biaya nomor 4 dan 5 sifatnya opsional. Maksudnya, masyarakat bisa memfotokopi sendiri atau di tempat lain. Begitu juga dengan laminating atau plastik pelapis SIM, masyarakat tidak dipaksa. Sifatnya, sukarela.

Oh ya, proses perpanjangan SIM kali ini tidak terlalu lama. Saya hitung waktu yang dibutuhkan berkisar 70-90 menit sudah termasuk waktu menunggu.


Artikel ini ditulis oleh Edo Rusyanto, dan sebelumnya dipublikasikan di blog pribadinya.

Image header credit: wonderfulengineering.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s